********************************************************
------------------------------------------------------------------------

19 Mei 2017

Ice Slurry Berbahan Dasar Air Laut

Salinitas adalah kadar garam terlarut dalam air. Satuan salinitas adalah per mil (‰), yaitu jumlah berat total (gr) material padat seperti NaCl yang terkandung dalam 1000 gram air laut (Wibisono, 2004). Salinitas merupakan bagian dari sifat fisikkimia suatu perairan, selain suhu, pH, substrat dan lain-lain. Salinitas dipengaruhi oleh pasang surut, curah hujan, penguapan, presipitasi dan topografi suatu perairan. Akibatnya, salinitas suatu perairan dapat sama atau berbeda dengan perairan lainnya, misalnya perairan darat, laut dan payau. Satuan yang ditunjukkan dalam menghitung salinitas adalah part per thousand (ppt)atau dengan practical salinity unit (psu). Kisaran salinitas air laut adalah 30-35‰, estuari 5-35‰ dan air tawar 0,5-5‰ (Nybakken,1992).

Peta Kadar Salinitas (Calor M Laili,2006)
Dalam percobaan, penggunaan air laut untuk pembuatan es biasa diwakilkan dengan larutan NaCl. Hal ini karena komposisi NaCl lebih besar dibanding komposisi ion yang lain. Pada tabel 2.6 yang menunjukkan komposisi ion air laut pada salinitas 35 ppt menunjukkan bahwa NaCl mempunyai 85.65 % dari berat garam air laut. Sehingga tidak heran jika untuk membuat es digunakan larutan NaCl yang lebih mudah didapatkan saat jauh dari garis pantai.

Propertis Air Laut pada Salinitas 35 ppt
K. S. Hilderbrand (1999) menunjukkan grafik hubungan persentase NaCl dalam larutan terhadap salometer (oSAL) dan freezing temperatur. SAL adalah parameter pengukuran dari suatu sensor pembaca salinitas dimana dihitung dengan persen (%) serta nilai maksimal dari 100% berdasarkan batas campuran sampai menjadi larutan eutetic.

Hubungan Larutan NaCl dan Salinitas terhadap freezing point (K.S.Hilderbrand, 1998)

Perubahan fase dari air laut yang menunjukkan timbulnya es untuk ice slurry. Apabila dilihat di diagram perubahan fase suatu liquid, perubahan fase yang ditunjukkan pada gambar diatas berada disamping kanan kubah saturasi diagram T-s. Pada ice slurry perubahan fase dikembangkan dari liquid menjadi es dan liquid, serta dijaga sebelum menjadi solid salt dan es. Penjagaan ini dengan mengatur temperatur titik beku larutan yang dipengaruhi konsentrasi dari larutan tersebut.
Diagram Solid-Liquid Larutan NaCl (http://www.chemguide.co.uk/physical/phaseeqia/saltsoln.html)
Pada grafik NaCl diatas, temperatur eutectic terjadi pada temperatur -21.1 oC. temperatur eutectic adalah temperatur batas dari larutan NaCl yang langsung berubah dari salt solution menjadi solid salt dan es tanpa dimulai ice dan salt solution. Persentase campuratan pada keadaan tersebut disebut mixture eutectic.

Sesuai dengan hukum Racult, apabila suatu liquid diberi larutan maka akan timbul kesetimbangan tekanan karena perbedaan tekanan parsialnya. Begitu juga Air laut yang merupakan campuran antara air dan larutan. Feistel et al (2008) telah meneliti antara hungungan  salinitas terhadap titik beku dari air laut.

Hubungan freezing temperature dengan salinitas air laut (Feistel et al, 2008)

Sedangkan menurut data The Practical Salinity Scale 1978 and the International Equation of State of Seawater 1980, Unesco Technical Papers in Marine Science No.36 menunjukkan tabel hubungan freezing temperatur dengan salinitas air laut pada tabel 2.6

Hubungan freezing temperatur dengan salinitas air laut
SUMBER:
https://helmidadang.wordpress.com/2012/12/30/ice-slurry-berbahan-dasar-air-laut/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar